Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto, menyatakan alih fungsi lahan pertanian yang tidak mendukung di daerah.
Ia menceritakan pengalamannya ketika menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Barat periode 2011-2016. Ketika petani melakukan alih fungsi lahan, mereka mengeluh ketika bertani tanaman pangan, mereka tidak sejahtera. Sementara, tetangganya yang buka lahan sawit hidupnya sejahtera.
“Ini persoalan serius. Kalau kita buat UU mencegah itu, ketika yang melaksanakan institusi, saya yakin mereka akan takut. Tapi ketika masyarakat, ada pertanyaan: apa pemerintah mau menambah penghasilan saya seperti tetangga saya? Sederhana tapi ini sangat serius,” kata Bambang Purwanto dalam rapat dengar pendapat Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, alih fungsi lahan pertanian akan terjadi begitu massif apabila produk pertanian stagnan. Dimana saat ini produk pertanian hanya 5,2 Ton per hektar.
“Ini tolong, itu lah yang harus dinaikkan agar tidak alih fungsi lahan yang perorangan. Kalau tidak, ini akan terjadi terus menerus dan pemerintah tidak akan sanggup,” pungkasnya.
