JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, mendorong pemerataan dokter spesialis melalui beasiswa bagi putra-putri daerah untuk menjadi tenaga kesehatan. Harapannya setelah lulus mereka kembali untuk mengabdi di daerah asalnya.
Hal itu menyusul kekurangan dokter spesialis masih menjadi persoalan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 6 dari 17 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara, belum memenuhi standar ketersediaan dokter spesialis. Adapun rasio dokter spesialis terhadap populasi di Sulawesi Tenggara hanya 0,14.
Ashabul juga menyoroti kekurangan dokter ahli seperti neurogi di RSUD Bahteramas, Kendari, meski fasilitasnya sudah ada.
Sementara itu, pemerintah telah membuka 25 program pendidikan dokter spesialis berbasis Rumah Sakit dengan prioritas dokter dari daerah 3T, dimana penempatan kerja setelah lulus telah ditetapkan.
“Sebenarnya problem tidak meratanya penempatan tenaga medis di Indonesia. Cenderung mereka lebih memilih ke kota, ke Ibu Kota, tidak mau ke desa. Kalau SDM-nya direkrut dari desa, saya kira Insya Allah mereka setelah selesai tentu punya tanggungjawab moril untuk kembali ke desa,” kata Ashabul Kahfi dikutip dari video di akun youtube tvrparlemen, Jumat (16/10/2026).
Dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR ke RSUD Bahteramas di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu(10/10/2026) lalu, Komisi IX DPR berkomunikasi langsung dengan pasien dan keluarga pasien yang menyampaikan masih perlunya pembenahan, khususnya terkait pelayanan. Mengingat, RSUD Bahteramas merupakan RS rujukan provinsi sehingga masyarakat menaruh ekspektasi tinggi.
