Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Henri Satrio alias Hensa, membandingkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo dalam menjalankan program pemerintah.
Dalam dialog Bang Don Zuper Opini, Hensa berandai-andai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berjalan lebih baik jika dilaksanakan pada era Jokowi.
Menurutnya, Jokowi dikenal dengan pendekatan langsung ke lapangan, termasuk mengecek pelaksanaan program hingga ke sekolah-sekolah.
“Kalau di zaman Jokowi ada MBG, pasti benar. Kenapa? Karena si pak Jokowi ini lincah dia. Dia pasti datangin dapur MBG satu-satu. Gimana hari ini enak masakannya? Sehingga SPPG-SPPG atau sekolah-sekolah takut, jangan-jangan besok-besok didatangin,” kata Hensa dikutip dari akun youtube tuturtv, Selasa (27/10/2026).
Sementara itu, kata Hensa, Presiden Prabowo Subianto tipe atasan yang menerima laporan dari anak buah tanpa turun langsung ke lapangan untuk mengawasi programnya. Menurutnya, perbedaan tersebut sangat signifikan.
“Artinya, pada saat Gibran turun mengikuti apa yang biasa dilakukan ayahnya, disitu lah momen rakyat bercerita kepada pemerintah,” jelasnya.
Hensa menilai persoalan MBG bukan hanya soal gagasan program, tetapi juga pengawasan dan pelaksanaannya.
Ia mendorong Prabowo hadir langsung untuk melihat kondisi di lapangan, memastikan kualitas makanan, dan mendengar keluhan masyarakat.
Baginya, kehadiran pemimpin secara langsung dapat membantu menemukan masalah lebih cepat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
“Pada dasarnya rakyat Indonesia itu senang Presiden yang tubuhnya ada di rakyat. Itu yang dilakukan pak Jokowi sampai hari ini,” ungkapnya.
“Artinya saya berandai-andai kalau MBG dilaksanakan pada program Jokowi, beres ini, nggak ada keracunan-keracunan. Kalau pak Prabowo nonton ini, turun, muncul saja di sekolah-sekolah itu. Dengan dia hadir di rakyat, dia bisa tahu tuh. Apa yang terjadi, pasti kepercayaannya (kepercayaan masyarakat kepada pemerintah Prabowo) naik,” pungkas Pendiri lembaga survei KedaiKopi ini.
