Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa), menyatakan saat ini pemuda Indonesia tidak mendapatkan tempat yang seharusnya sehingga menjadi lahan kelinci percobaan.
Hensa berpendapat demikian berkaca pada adanya partai politik/parpol di Indonesia yang diidentikan sebagai partai politiknya anak muda. Namun, lanjutnya, kelihatannya saat ini parpol itu sudah tidak menyasar anak muda karena ketua umumnya yang masih muda yang dalam waktu dekat akan diumumkan akan diganti oleh orangtuanya.
“Jadi bayangkan posisi pemuda hari ini sangat gamang,” kata Hensa dikutip dari akun youtube lembaga survei KedaiKOPI, Jumat (30/10/2026).
Hensa juga menilai pemuda Indonesia saat ini dicitrakan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
“Karena untuk pekerjaan masih tetap dibantu oleh orangtuanya, bahkan nggak cukup, harus dibantu juga oleh pamannya,” ungkapnya.
Lebih mirisnya, tambah Hensa, saat ini yang berkaitan dengan pemuda diputarbalikkan. Ia menyontohkan, Indonesia emas 2045 yang faktanya ada emas 74 kilogram dari kasus korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
“Jadi ini adalah beberapa hal tentang anak muda yang sebetulnya menjadi dilema tersendiri. Siapa sebetulnya yang peduli dengan anak muda Indonesia. Apakah sama seperti rakyat Indonesia kebanyakan lain, pemuda Indonesia hanya dicari 5 tahun sekali, dari jam 7 sampai jam 12 pada saat pengambilan suara saja misalnya,” pungkas pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini.
