Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengusulkan work from home (WFH) bagi pekerja/karyawan swasta bisa dilakukan setiap hari Jumat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) imbas konflik di Timur Tengah.
“Untuk WFH untuk swasta bisa diambil hari Jumat. Hari ini signifikan untuk para karyawan pabrik yang biasanya jam kerja kepotong dengan salat Jumat dapat bermanfaat baik bagi pekerja dan perusahaan,” kata Irma Suryani kepada wartawan, Kamis (2//2026).
Meski begitu, Irma menilai kebijakan tersebut tak akan berdampak signifikan terhadap upaya pengurangan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Irma pun mengusulkan agar pemerintah melakukan efisiensi dari sisi belanja, khususnya dengan memangkas proyek-proyek yang dinilai tak mendesak.
“Jika untuk mengurangi defisit APBN saya usul ambil dari proyek-proyek ambisius yang tidak urgent agar dapatnya signifikan untuk kurangi defisit,” ujarnya.
Lebih lanjut Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ini mengatakan efisiensi di lingkungan DPR pun telah dilakukan. Ia juga mengusulkan agar rapat-rapat komisi dijadwalkan dalam satu hari tertentu.
“DPR juga sudah melakukan efisiensi dan saya mengusulkan agar rapat-rapat komisi dilakukan serentak di satu hari tertentu karena AC gedung sifatnya central, sehingga mengatur jadwal rapat bersama dapat signifikan mengurangi penggunaan BBM untuk AC dan listrik,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan skema bekerja dari rumah atau WFH untuk karyawan swasta. Pemerintah mengimbau perusahaan untuk memberikan WFH satu hari dalam sepekan.
“Diimbau untuk menerapkan WFH bagi pekerja atau buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan dan jam kerja WFH diatur oleh perusahaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam jumpa pers.
Yassierli mengatakan imbauan WFH bagi swasta juga tidak mengurangi cuti tahunan dan gaji bulanan. Teknis penerapan WFH bagi karyawan swasta akan menjadi wewenang masing-masing perusahaan.
“Pelaksanaan WFH tidak mengurangi cuti tahunan,” katanya.
