Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, menyatakan di Indonesia pekerja Informal masih mendominasi. Seperti pekerja mandiri, petani, kurir, nelayan, tukang parkir, marbot masjid, penceramah dan lainnya.
Dari semuanya itu, Ashabul menyoroti sekaligus mempertanyakan status pekerja di dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), apakah masuk pekerja informal atau formal?
Menurut Ashabul, hal tersebut perlu menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau jumlah kepersertaan. Pasalnya, ungkapnya, saat ini jumlah dapur MBG mencapai 22 ribuan dengan jumlah pekerja 47 orang disetiap dapurnya. Artinya ada sekitar 1 jutaan pekerja.
“Menurut saya karena salah satu program prioritas, BPJS ini perluasan jangkauan pekerja, salah satu yang bisa disasar pekerja di dapur MBG yang jumlahnya kurang lebih 1 juta,” kata Ashabul Kahfi dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR dengan BPJS Ketenagakerjaan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut politisi PAN ini mengaku belum mengetahui apakah BPJS Ketenagakerjaan sudah menjangkau kepersertaan dari pekerja di dapur MBG.
Ia menambahkan, apabila BPJS Ketenagakerjaan belum menjangkau pekerja dapur MBG maupun pekerja rentan lainnya, maka negara belum memberikan perlindungan kepada rakyatnya.
“Ini perlu, karena ketika pekerja-pekerja rentan, pekerja-pekerja kecil ini belum dijangkau, itu artinya kita belum bisa memberikan perlindungan secara universal kepada pekerja yang ada di Republik ini yang didominasi pekerja informal,” pungkasnya.
