Jakarta, JurnalBabel.com – Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa), menilai pidato mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di panggung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar suntikan semangat.
Menurut Hensa, pernyataan Jokowi yang menegaskan dirinya masih sanggup turun hingga ke daerah paling bawah memiliki makna politik yang kuat.
“Kenapa kemudian harus mengatakan saya masih sanggup,” kata Hensa lewat video singkatnya di Instagram, Selasa (3/2/2026).
Ia melihat pernyataan tersebut juga berkaitan dengan isu yang belakangan berkembang di ruang publik mengenai kondisi kesehatan Jokowi.
“Apakah kemudian banyak orang yang mulai meragukan kesehatan seorang Joko Widodo?” tanyanya.
Lebih jauh, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai Jokowi secara sadar tengah membangun posisi politiknya dengan menciptakan garis pembeda yang tegas.
“Dia meng-create lawan sendiri ya karena kemarin pengumuman bahwa dia menjadi lawan politik partai politik lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, sikap Jokowi yang secara terbuka menyatakan akan bekerja keras untuk PSI merupakan sinyal politik yang tidak biasa bagi seorang mantan presiden.
Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai deklarasi keterlibatan langsung Jokowi dalam kontestasi politik ke depan.
“Jadi dia mengibarkan bendera pertandingannya atau bendera perang bahwa saya hadir untuk melawan anda semua,” pungkasnya.
