Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi X DPR, Adde Rosi Khoerunnisa, mengapresiasi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) yang merencanakan bantuan non-fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada daerah dalam tambahan pagu anggaran 2026 sebesar Rp4,28 Triliun.
Namun, Adde meminta Kemenbud juga memperhatikan bantuan anggaran pada daerah untuk kegiatan-kegiatan. Sebab, ia yakin di setiap daerah/provinsi banyak kegiatan kebudayaan.
Lebih lanjut Adde Rosi menyontohkan kegiatan kebudayaan di daerah pemilihannya Banten 1 (Lebak, Pandeglang), yakni Seba Baduy yang merupakan tradisi adat tahunan masyarakat Suku Baduy di Banten, yang merupakan ritual puncak dari rangkaian kegiatan setelah masa panen dan Kawalu.
Menurutnya, kegiatan budaya tersebut kurang mendapatkan perhatian dan bantuan dari Kemenbud. Meskipun ia memahami adanya efesiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Padahal, lanjut Adde, Seba Baduy ini menarik minat turis mancanegara.
“Jadi saya mohon selain DAK non-fisik, bantuan-bantuan festival kebudayaan ini mohon juga diperhatikan,” kata Adde Rosi dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Wakil Menteri Kebudayaan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Selain itu, politisi Partai Golkar ini menyoroti penambahan anggaran Kemenbud tersebut untuk bantuan fesfival musik, film dan lainnya. Ia setuju dengan hal itu terutama festival musik, karena disana menjadi tempat berbaur masyarakat.
“Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan juga, karena rata-rata dari kegiatan festival musik, ada saja efektif negatifnya. Misalnya, ada narkoba didalamya, minuman keras. Jadi mohon diperhatikan hal tersebut,” ujarnya.
Adde Rosi juga menyoroti bantuan anggaran untuk museum. Ia mengatakan, ke depan museum-museum di Indonesia harus moderan/mengikuti perkembangan zaman agar menarik minat masyarakat untuk berkunjung.