Jakarta, JurnalBabel.com – Guru besar ilmu hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Profesor Suparji Ahmad, menyayangkan pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono mengeklaim tahu siapa dalang di balik demonstrasi berujung kerusuhan memprotes DPR dalam beberapa hari terakhir.
Klaimnya, orang dari luar menjadi dalang demo tersebut dan memiliki kaki tangan di Indonesia yang dikendalikannya.
Menurut Suparji, tidak seharusnya Hendropriyono sebagai mantan Kepala BIN, jika memiliki informasi intelijen di buka ke publik, melainkan disampaikan langsung kepada pihak yang bertanggungjawab saja.
“Mestinya (Hendropriyono) membantu polisi untuk mengatasi masalah ini. Seharusnya tidak dibuka ke publik, sampaikan saja saya punya informasi ini. Namanya juga intelijen tidak kelihatan kerja-kerjanya,” kata Profesor Suparji, Jumat (29/8/2025).
Oleh karena itu, lanjut Suparji, pihak Kepolisian perlu mengklarifikasi langsung pernyataan Hendropriyono tersebut. Hal itu agar pernyataannya tidak hanya asumsi belaka.
“Kalau sudah disampaikan ke publik jadi semacam asumsi. Jangan sampai justru menimbulkan masalah baru komentar-komentar,” ujarnya.
Sebelumnya, Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengetahui ada campur tangan asing di balik kericuhan demo 28 Agustus di DPR RI. Ia menyebut pihak asing itu memiliki pengaruh besar kepada negaranya.
“Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana,” kata Hendropriyono kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Pihak asing itu, kata Hendropriyono, menggerakkan dari luar. Pihak luar itu mempunyai kaki tangan di dalam negeri.
“(Pihak) dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,” ujarnya.