Jakarta, JurnalBabel.com – Pemerintah telah menunjukan komitmennya melakukan pengembangan rute transportasi Kereta Api luar Pulau Jawa dan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.
Komisi V DPR mendukung langkah pemerintah sebagai bagian strategi pemerataan pembangunan dan efesiensi logistik nasional.
Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Gerindra, Supriyanto, menilai PT Kereta Api Indonesia atau KAI telah menunjukkan peningkatan kinerja dan peningkatan layanan kepada masyarakat yang cukup signifikan.
Untuk itu, Supriyanto, mendukung wacana keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sebagai alternatif percepat mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi beban infrastruktur jalan.
“Artinya beban jalan itu menjadi agak ringan ketika Kereta Api berkembang begitu besar,” kata Supriyanto dikutip dari video di akun youtube tvrparlemen, Selasa (20/1/2026).
Pemerintah menargetkan uji coba Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Surabaya dapat dilakukan pada tahun 2026. Dengan jalur baru ini, waktu tempuh perjalanan antarkota yang semula mencapai sepuluh jam diproyeksikan hanya memakan waktu sekitar tiga jam lima belas menit, melewati kota strategis seperti Yogyakarta dan Solo.
Anggaran proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya diperkirakan mencapai Rp700 triliun atau lebih, jauh lebih besar dari proyek Jakarta-Bandung yang sudah ada (sekitar Rp120,68 triliun), dan saat ini masih dalam tahap kajian ulang dengan mencari skema pembiayaan baru (non-APBN) karena masalah cost overrun dan utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung yang belum terselesaikan.
Pemerintah membuka investasi dari berbagai pihak untuk kelanjutan jalur ini, namun masih meninjau ulang kesesuaian proyek dengan kondisi saat ini.
