Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra, Imron Amin, menyatakan pihaknya baru-baru ini berkonsultasi dengan psikologi mengenai bahasa, penulisan dan penerimaan masyarakat di media sosial atau medsos.
Hasilnya, ungkap Imron, berita jujur atau positif sangat jarang diminati masyarakat. Sementara berita bohong atau hoax dan sebagainya lebih cepat disukai dan dibagikan di medsos.
Lebih lanjut pria yang biasa disapa Ibong ini menyontohkan, kegiatan pengajian, ceramah dan sebagainya, itu ditonton atau di lihat masyarakat di medsos hanya 10 ribu. Begitu juga berita edukasi positif paling banyak dilihat 2000.
“Nyatanya ketika itu berita bohong/hoax itu bahkan lebih dari 10 ribu,” ungkap Ibong dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ibong menambahkan, hal tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak. Sebab itu, ia meminta sekaligus mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencari solusi berantas berita hoax.
“Tentunya Fraksi Gerindra akan selalu mendukung apa yang menjadi kebijakan Bu Menteri selama itu memang membangun bangsa kita kedepan,” pungkas legislator asal dapil Madura ini.
