Jakarta, JurnalBabel.com – Tingginya tingkat pengangguran dan ancaman penyalagunaan narkoba dikalangan pemuda di tanah air menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah Banten.
“Tak bisa dipungkiri bahwa masalah pengangguran di provinsi Banten cukup tinggi. Bukan hanya di provinsi Banten saja, rata-rata di provinsi yang besar juga mengalami tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi,” ungkap Anggota Komisi X DPR Adde Rosi Khoerunnisa, dikutip dari channel youtube tvr parlemen, Senin (9/2/2026).
Untuk mengatasi masalah tersebut, Aci sapaan akrab Adde Rosi mengatakan bahwa pemerintah provinsi Banten perlu memaksimalkan anggaran kepemudaan untuk membuka lapangan kerja di wilayah tersebut.
Selain itu, lanjut Aci, pemerintah perlu menselaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
“Permasalahan ini tentu harus kita diberikan solusinya. Solusinya provinsi Banten harus bisa membuka lapangan kerja, tetapi bagaimana juga kita harus mampu memberikan pendidikan yang link and match sesuai dengan dunia usaha dan industri di Banten,” katanya.
Legislator asal dapil Banten ini juga meminta pemerintah untuk segera menjalankan rencana aksi nasional dan rencana aksi daerah di bidang kepemudaan untuk menyelesaikan masalah pemuda.
Aci menyebut baru 6 provinsi yang menjalankan aksi tersebut dari 38 provinsi di tanah air.
“Kami mendorong agar seluruh anggaran dan program yang memang dimiliki dinas pemuda dan olahraga provinsi Banten, agar rencana aksi daerah dilaksanakan dengan baik. Sehingga untuk mencapai kepemudaan yang berkualitas, berdikari dan berprestasi,” ujarnya.
Anggota Badan Anggaran DPR Fraksi Partai Golkar ini pun berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah mampu mempercepat pembangunan kepemudaan, menekan angka pengangguran dan melindungi generasi muda dari ancaman sosial.
