Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, mencecar Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayahnya.
Bambang mempertanyakan persoalan tersebut secara langsung kepada Bahlil Lahadalia saat bertemu di Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bambang mempertanyakan apakah terjadi pengurangan kuota BBM untuk Kalimantan Tengah. Menurut dia, Bahlil menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM untuk provinsi tersebut.
“Beliau (Menteri ESDM) mengatakan tidak ada pengurangan kuota BBM untuk Kalteng. Kalau memang tidak ada pengurangan, kenapa antrean masih panjang dan bukan hanya Pertalite termasuk Pertamax juga sulit didapat?,” kata Bambang Purwanto.
Lebih jauh ia meminta, pemerintah menjelaskan penyebab kelangkaan BBM yang terjadi di lapangan. Sebab, kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu aktivitas.
“BBM hilang, ke mana ini? Kalau kuotanya tidak dikurangi, harus dicari persoalannya,” tegas politikus Demokrat ini.
Bambang turut mempertanyakan fungsi pengawasan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terhadap distribusi BBM di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, pengawasan perlu diperkuat agar distribusi BBM dari tingkat penyalur hingga SPBU berjalan sesuai ketentuan.
Selain BPH Migas, Bambang meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum ikut melakukan pengawasan di lapangan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi maupun penyaluran BBM kepada masyarakat.
“Bagaimana pengawasan dari BPH Migas, pemerintah daerah dan aparat hukum? Jangan sampai ada lagi kelangkaan BBM seperti ini,” katanya.
Bambang berharap persoalan tersebut segera ditangani sehingga masyarakat tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Pemerintah juga diminta memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab antrean panjang yang terjadi di sejumlah daerah di Kalteng
Diketahui, kelangkaan BBM di Kalimantan Tengah ditandai dengan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi itu disebut terjadi hampir di berbagai daerah, termasuk Pangkalan Bun, Sampit, Palangka Raya dan wilayah lainnya.
