Jakarta, JurnalBabel.com – Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) mencatatkan capaian akademik yang membanggakan dengan menempati peringkat keempat nasional berdasarkan SINTA Overall Score 2025, dengan skor 534,12.
Berdasarkan daftar perbandingan program doktor ilmu komunikasi yang ditampilkan dalam infografik, capaian ini sekaligus menempatkan UMB sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut.
Pencapaian ini memperkuat posisi Fakultas Ilmu Komunikasi UMB dalam lanskap pendidikan doktoral ilmu komunikasi di Indonesia. Di tengah kompetisi akademik yang semakin menuntut produktivitas riset, kualitas publikasi, dan jejaring kolaborasi, capaian tersebut menjadi indikator penting atas kontribusi akademik yang telah dibangun sekaligus pijakan untuk meningkatkan daya saing pada tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan data SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025 yang tercantum dalam infografik, tiga posisi teratas ditempati oleh Universitas Indonesia dengan skor 682,45, Universitas Padjadjaran dengan skor 612,73, dan Institut Teknologi Bandung dengan skor 560,32. UMB berada di posisi keempat dengan skor 534,12, diikuti oleh Universitas Airlangga dengan skor 488,76 dan Universitas Gadjah Mada dengan skor 472,30.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja akademik Program Doktor Ilmu Komunikasi UMB, berdasarkan indikator yang tercatat dalam SINTA, memiliki daya saing yang kuat di antara program doktor ilmu komunikasi di Indonesia. Capaian ini juga menunjukkan bahwa pengembangan reputasi akademik perguruan tinggi swasta dapat bertumpu pada penguatan ekosistem riset, produktivitas publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik yang berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., menegaskan bahwa capaian tersebut perlu dimaknai sebagai dorongan kolektif untuk memperkuat tradisi akademik dan meningkatkan kontribusi keilmuan.
Menurutnya, reputasi institusi tidak cukup dibangun melalui posisi dalam pemeringkatan, tetapi harus ditopang oleh kualitas pemikiran, konsistensi penelitian, publikasi bereputasi, serta dampak nyata bagi perkembangan ilmu komunikasi dan masyarakat.
“Capaian ini patut kita syukuri dan apresiasi sebagai momentum untuk melangkah lebih jauh. Saya memandangnya bukan semata-mata sebagai prestasi dalam pemeringkatan, melainkan sebagai refleksi atas kerja akademik yang perlu terus diperkukuh. Reputasi sebuah program doktor tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga oleh kemampuannya menghasilkan pengetahuan baru, melahirkan pemikiran kritis, membangun tradisi riset yang kuat, dan memberikan kontribusi yang bermakna bagi perkembangan ilmu komunikasi,” ujar Ahmad Mulyana.
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran kolektif pimpinan program studi, para dosen, peneliti, dan seluruh unsur akademik yang berkontribusi dalam pengembangan penelitian serta publikasi ilmiah. Karena itu, reputasi Program Doktor Ilmu Komunikasi UMB perlu terus dibangun melalui kepemimpinan akademik yang kolaboratif dan orientasi mutu yang konsisten.
“Peran Kaprodi Doktor Komunikasi Fikom-UMB, Prof. Dr. Nurkholisoh, M.Si., bersama para dosen sangat strategis dalam menjaga kesinambungan agenda akademik, mengembangkan arah penelitian doktoral, memperkuat pendampingan riset mahasiswa, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah. Saya ingin capaian ini menjadi energi bersama bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun ekosistem doktoral yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas. Kita tidak cukup hanya mempertahankan posisi; kita harus meningkatkan standar kontribusi keilmuan yang menjadi dasar reputasi tersebut,” tegasnya.
Capaian SINTA Overall Score 2025 menjadi momentum bagi Fakultas Ilmu Komunikasi UMB untuk memperkuat agenda peningkatan mutu pendidikan doktoral. Fokus pengembangan ke depan mencakup penguatan kapasitas riset dosen dan mahasiswa doktoral, peningkatan kualitas publikasi pada jurnal bereputasi, pengembangan kolaborasi penelitian, serta perluasan kontribusi akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri komunikasi.
Ahmad Mulyana menekankan bahwa keberlanjutan prestasi memerlukan komitmen bersama untuk menjadikan riset sebagai fondasi utama dalam pengembangan reputasi institusi.
“Ukuran keberhasilan kita ke depan bukan hanya apakah mampu mempertahankan peringkat, tetapi apakah penelitian yang dihasilkan semakin kuat secara teoretis, semakin kokoh secara metodologis, dan semakin luas kontribusinya. Saya berharap Kaprodi S3 dan seluruh dosen terus memperkuat sinergi agar Program Doktor Ilmu Komunikasi UMB menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru, karya ilmiah berkualitas, dan doktor yang mampu memberikan sumbangan nyata bagi perkembangan ilmu komunikasi,” tuturnya.
SINTA Overall Score merupakan salah satu indikator kinerja akademik yang dihimpun melalui sistem Science and Technology Index (SINTA). Skor tersebut perlu dipahami berdasarkan indikator dan keluaran ilmiah yang tercatat dalam sistem, serta tidak dapat disamakan secara langsung dengan peringkat akreditasi maupun penilaian menyeluruh terhadap mutu pendidikan suatu program studi.
Dengan menempati posisi keempat secara Nasionalnasional dan posisi tertinggi di antara PTS dalam daftar perbandingan tersebut, Program Doktor Ilmu Komunikasi UMB memiliki modal reputasi akademik yang penting untuk terus dikembangkan. Tantangan berikutnya adalah mengonversi capaian tersebut menjadi peningkatan kualitas penelitian, publikasi yang semakin berpengaruh, kolaborasi yang lebih luas, serta kontribusi keilmuan yang semakin diakui.
Bagi FIKOM UMB, capaian ini bukanlah garis akhir. Sebaliknya, prestasi tersebut menjadi penegasan atas pentingnya konsistensi dalam membangun tradisi akademik yang unggul—tradisi yang menempatkan integritas ilmiah, kebaruan pengetahuan, kolaborasi, dan dampak sosial sebagai fondasi reputasi institusi yang berkelanjutan.
