Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyoroti kinerja sejumlah menteri dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sosok yang akrab disapa Hensa itu menilai, persoalan muncul ketika ada menteri yang merasa tidak mampu menangani bidang tugasnya, tetapi tidak bersedia mengundurkan diri dari jabatan.
“Kalau ditanya apakah menterinya bagus-bagus? saya lihat banyak menteri gilanya tuh. Menteri gila itu adalah sudah merasa tidak mampu menangani bidangnya, tapi nggak mau mundur,” ujar Hensa dalam program terus terang youtube mahfudmdofficial dikutip, Selasa (20/10/2026).
Founder lembaga survei KedaiKOPI itu juga menyindir sikap menteri yang mengaitkan jabatan dengan titipan Tuhan, tetapi tidak kunjung mengundurkan diri meski merasa tak mampu menjalankan tugas.
“Sudah nggak mau mundur, bisa-bisanya, ‘ngomong jabatan ini titipan Allah, kapan saja siap diambil’, tapi dia nggak mau mundur-mundur. Kan nyusahin malaikat,” katanya.
Menurutnya, para menteri tersebut tetap harus menunggu keputusan Presiden Prabowo untuk melakukan perombakan atau reshuffle kabinet.
Kondisi itu, kata Hensa, memperlihatkan persoalan komunikasi yang belum terselesaikan di pemerintahan. Akibatnya, berbagai masalah di Tanah Air terus berlarut-larut.
“Jadi akhirnya banyak sekali problem di negeri ini yang gara-gara komunikasinya itu tidak selesai dilaksanakan,” pungkasnya.
