JurnalBabel.com – Anggota Komisi VII DPR Fraksi Gerindra, Azikin Solthan, menegaskan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam sektor pariwisata. Khususnya wisata tirta atau kegiatan rekreasi di perairan seperti pantai, laut, sungai, danau, atau waduk, termasuk waterpark, yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Upskilling Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata di Grand Asia Hotel, Makassar, Sabtu (4/4/2026).
Dalam sambutannya, Azikin menilai bahwa aspek keselamatan dalam pariwisata tidak bisa lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM pariwisata, sekaligus memastikan terciptanya wisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa wisata tirta memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi daerah, namun di sisi lain juga menyimpan risiko yang tidak kecil jika tidak dikelola dengan standar keselamatan yang baik.
“Oleh karena itu, implementasi K3 menjadi kunci penting untuk melindungi wisatawan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap destinasi wisata kita,” tambahnya.
Azikin juga mengapresiasi Kementerian Pariwisata atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mendorong daya saing sektor pariwisata Indonesia.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.
“Ilmu yang didapatkan di sini harus benar-benar diterapkan, sehingga tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi praktik nyata dalam menjaga keselamatan wisata,” tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Basarnas Kota Makassar, ASITA DPD Sulsel dan BPBD Kota Makassar, yang memberikan materi terkait penanganan kondisi darurat dan mitigasi risiko di kawasan wisata.
Mengakhiri sambutannya, Azikin secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan sektor pariwisata, khususnya di Sulawesi Selatan.
