Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo, menilai dampak kenaikan tarif barang impor sebesar 32 persen yang diterapkan Amerika Serikat atau AS ke Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi domestik. Hal itu bisa dimulai dengan mendorong UMKM sebagai alternatif pasar domestik.
“Strateginya dengan memberikan insentif bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan domestik serta digitalisasi UMKM untuk meningkatkan akses pasar dan efisiensi operasional. Dukungan logistik dan distribusi agar produk UMKM lebih kompetitif terhadap produk impor hingga mampu bersaing nasional hingga global,” kata Sartono kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).
Tak hanya itu, kata Sartono, pemerintah juga bisa melakukan diversifikasi pasar ekspor di tengah hantaman atau dampak akibat perang tarif yang saat ini diterapkan Amerika Serikat atau AS.
“Kampanye produk lokal lebih dimasifkan, mendorong kecintaan produk dalam negeri dan meningkatkan negara lain untuk menyerap produk Indonesia. Mengurangi ketergantungan pada produk Impor dari Amerika Serikat sehingga memicu kemandirian nasional Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut Sartono menilai, perlunya peningkatan daya saing industri dalam negeri untuk memperkuat ekonomi domestik. Ia juga menekankan perlunya hilirisasi industri manufaktur agar bahan baku dan produk setengah jadi bisa diproduksi di dalam negeri.
“Memperkuat industri lokal dan substitusi produk impor. Mendorong hilirisasi industri manufaktur agar bahan baku dan produk setengah jadi bisa diproduksi di dalam negeri. Memperkuat kemitraan strategis antara industri besar dan UMKM untuk mendukung rantai pasok nasional,” jelasnya.
Sartono menegaskan, saat ini pemerintah juga perlu sigap merespons perang dagang dengan mengeluarkan kebijakan yang mendukung daya tahan ekonomi rakyat dan sektor produktif dalam negeri.
Sartono tak menampik, diperlukanya kesadaran kolektif, baik dari produsen maupun konsumen, untuk memperkuat ekosistem industri dalam negeri dalam menghadapi dampak perang dagang.
“Sehingga kita tidak hanya bergantung pada ekspor saja, melainkan mampu menumbuhkan industri lokal serta kemandirian ekonomi bangsa,” katanya.
Tak lupa, Sartono mengingatkan, negara memiliki peran fundamental dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri nasional, baik melalui regulasi yang berpihak pada produk dalam negeri.
Sartono menyinggung soal insentif bagi UMKM dan industri strategis, maupun peningkatan daya beli masyarakat melalui pemerataan ekonomi.
“Namun, segala upaya tersebut tidak akan mencapai hasil yang optimal tanpa adanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif,” pungkas Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPP Partai Demokrat ini.