Jakarta, Jurnalbabel.com — Mahasiswa Program Studi Broadcasting, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana (UMB), meraih juara kedua dalam Kompetisi Karya Visual Jurnalistik Karni Ilyas Award 2025 melalui karya dokumenter berjudul “Lelah”. Atas capaian tersebut, tim Scorpio Production berhak menerima hadiah sebesar Rp25 juta.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam rangkaian peringatan 18 tahun tvOne di Studio tvOne, Jakarta. Kompetisi ini diikuti sekitar 100 karya visual jurnalistik dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas kreatif di seluruh Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid
Tim Scorpio Production terdiri dari sembilan mahasiswa semester 7 yang bekerja secara solid dan kolaboratif, yaitu Rizky Maulana (Produser), Mochammad Awan P (Production & Post Production Manager), Ahmad Azkal Azkia (Sutradara dan Editor), Bintang Ramadhan (Asisten Sutradara), Mega Anatasya (Penulis Naskah), Attala Yudistira Ahmada (Director of Photography), Bimo Adjie Danunegoro (Assistant Cameraman), Nauval Taufiggurrahman (Lighting & Soundman), dan Najwa Aulia (Music Director). Kolaborasi mereka memperlihatkan pembagian peran produksi yang terstruktur, mulai dari pengembangan ide hingga tahap akhir pascaproduksi.
Dekan Fikom UMB, Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Fikom tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan kompetensi sesuai mata kuliah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan berkompetisi di ruang profesional.
“Kami membangun ekosistem akademik yang tidak berhenti pada capaian kurikuler. Mahasiswa didorong menghasilkan karya yang teruji secara industri dan relevan dengan kebutuhan media saat ini,” ujar Mulyana.
Menurut dia, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di Fikom memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan sensitivitas sosial, ketajaman riset, serta keterampilan teknis produksi audiovisual secara komprehensif.
Karya “Lelah” dinilai menonjolkan kekuatan narasi dan visual yang solid, mulai dari riset lapangan, penulisan naskah, hingga eksekusi sinematografi dan penyuntingan. Pendekatan tersebut mencerminkan standar jurnalisme visual yang mengedepankan akurasi, empati, dan kedalaman perspektif.
Ahmad Azkal Azkia selaku sutradara menegaskan bahwa isu yang diangkat berangkat dari pengalaman universal. “Hampir semua orang merasa lelah. Kami mengangkat isu ini agar orang lebih perhatian terhadap dirinya sendiri. Ketika dia merasa lelah, butuh motivasi, atau merasa kurang, dia jadi tahu harus berbuat apa,” jelasnya.
Prestasi ini sekaligus menegaskan peran Fikom UMB sebagai ruang tumbuh dan laboratorium kreatif bagi mahasiswa. Di luar perkuliahan formal, mahasiswa difasilitasi melalui komunitas produksi, kolaborasi tim,
serta partisipasi dalam kompetisi nasional untuk memperluas jejaring industri.
Keberhasilan mahasiswa Broadcasting UMB di ajang Karni Ilyas Award 2025 diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas karya dan memperkuat posisi Fikom UMB sebagai institusi pendidikan komunikasi yang adaptif terhadap dinamika industri media multiplatform.
Penulis : Dudi Hartono
