Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto, menyoroti berbagai masalah sampah di sejumlah daerah.
Terbaru, kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi daerah yang menetapkan darurat
penanggulangan sampah di wilayahnya lantaran over loud Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Bambang mengakui, permasalahan sampah tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, produksi sampah mulai dari pasar sampai rumah tangga, rumah makan cukup besar sehingga memerlukan perhatian khusus.
Ia juga tak menampik, idealnya penanganan sampah berbasis masyarakat harus diterapkan di Indonesia secara nyata. Pengelolaan sampah, katanya, harus dimulai dari asal sampah. Baik pasar, rumah tangga maupun rumah makan.
“Baik itu dengan pola pemilahan sampah organik dan non organik, tapi ini memerlukan kesadaran yang tinggi dari masyarakat terhadap bahaya sampah. Selain itu pengolahan sampah bisa dimanfaatkan menjadi tenaga listrik hanya perlu lahan yang cukup luas,” kata Bambang Purwanto kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat ini mengatakan, perlunya komitmen dari pemerintah daerah melalui pasukan khusus dengan saran dan prasarana memadai guna melakukan penanganan sampah.
Menurutnya, penanganan sampah yang belum terpilah seperti saat ini perlu komitmen dari pemerintah daerah.
“Melalui pasukan khusus dengan sarana dan prasarana memadai, biaya operasional cukup tinggi, dan harus bergerak mulai subuh hingga malam nonstop, sehingga perlu menyediakan anggaran yang cukup untuk penanganan sampah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai jarang sekali pemerintah daerah yang mempunyai komitmen tinggi untuk mengalokasikan anggaran besar dalam menangani sampah.
Yang terjadi, lanjutnya, sampah tidak tertangani dengan cepat sehingga menganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan.
“Memang perlu adanya penanganan sampah cepat yang berbasis teknologi. Harus belajar mengadopsi dari Jepang,” pungkasnya.
