Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik, Henri Satrio alias Hensa menilai, Presiden Prabowo Subianto masih bisa melakukan rebound jika bersedia mengubah gaya politiknya.
Hal itu menyusul dalam beberapa survei, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menurun.
Hensa menekankan pentingnya pemimpin hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya berpidato di atas mimbar atau mengandalkan laporan dari jajaran pemerintahan.
Bagi Hensa, rebound bukan semata-mata untuk menyelamatkan posisi politik Prabowo, melainkan untuk memperbaiki keadaan dan menjaga masa depan Indonesia.
“Suka tidak suka dia harus rebound. Dia harus ganti gaya kepemimpinan dia yang diatas mimbar berpidato dengan turun. Jangan masuk ke gorong-gorong juga, cuma minimal tubuhnya ada di rakyat. Mulailah dia melakukan seperti itu karena rebound itu bukan untuk dia, tapi untuk Indonesia,” kata Hensa dikutip dari akun youtube tuturtv , Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pendekatan yang lebih dekat dengan rakyat dapat membantu Prabowo memahami persoalan secara langsung dan membangun kembali kepercayaan publik.
Selain perubahan gaya kepemimpinan, Hensa menyoroti tiga pekerjaan rumah pemerintahan Prabowo, yakni ekonomi, hukum, dan komunikasi politik.
Kepercayaan investor, kondisi pelaku usaha, serta persoalan integritas di lingkungan kekuasaan menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Sementara penegakan hukum, Hensa meminta Presiden Prabowo Subianto menindak tegas orang-orang disekitarnya yang terlibat korupsi. Bukan justru dibiarkan tetap berada dipemerintahanya.
“Kadang bingung sama menteri-menteri itu kenapa tidak bantuin presiden. Misalnya kalau bermasalah dengan hukum, bantuin presidennya, loe mundur saja, jangan nungguin direshuffle,” tegasnya.
