Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, mendukung sistem Mandala Quick Response terobosan Polda Metro Jaya untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet.
Ia mengatakan ambulans adalah kendaraan kemanusiaan yang di dalamnya ada pasien membutuhkan pertolongan cepat.
“Ambulans adalah kendaraan kemanusiaan. Di dalamnya sering ada pasien yang membutuhkan pertolongan cepat, bahkan menyangkut nyawa. Maka, apa pun inovasi yang bisa memperlancar perjalanannya, tentu kita harus dukung,” kata Ashabul dihubungi wartawan, kemarin.
Ashabul menerangkan pemantauan CCTV untuk ambulans ini akan mengurangi hambatan yang terjadi di jalan. Selama ini, kata dia, yang sering terjadi adalah ketergantungan pada pengawalan sipil.
“Pemanfaatan CCTV dan sistem pemantauan digital akan mengurangi hambatan di jalan, tanpa harus bergantung pada pengawalan sipil seperti yang selama ini sering kita lihat,” ungkapnya.
Politisi PAN ini memandang sistem ini sangat penting diterapkan saat ini. Dia menyebut sistem ini bisa memotong waktu tempuh yang bukan hanya sekadar program teknis tapi juga penyelamatan nyawa pasien.
“Bagi kami di Komisi IX DPR RI, sistem ini sangat urgen diterapkan. Setiap menit dalam perjalanan ambulans bisa menentukan hidup dan mati seorang pasien. Jadi kalau ada teknologi yang bisa memotong waktu tempuh, ini bukan sekadar program teknis, tapi penyelamatan nyawa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ashabul mendorong sistem ini diterapkan secara konsisten yang terintegrasi dengan dinas kesehatan (dinkes). Menurutnya, perlu ada evaluasi berkala saat CCTV ini mulai diterapkan.
“Ke depan, saya kira sistem ini juga bisa diperluas, bukan hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota besar lain. Kita ingin standar pelayanan kesehatan darurat makin baik, sejalan dengan semangat pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil, cepat, dan berkualitas bagi seluruh rakyat,” ungkap legislator asal dapil Sulawesi Selatan ini.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan ambulans di Jakarta nantinya akan terintegrasi dalam sistem Mandala Quick Response, sehingga pergerakannya bisa dipantau secara real-time tanpa perlu lagi dikawal sipil. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan sistem ini akan membantu sopir ambulans memilih jalur tercepat saat kondisi darurat.
Selama ini, masih banyak ambulans yang dikawal sipil di jalan raya, padahal praktik itu tidak dibenarkan.
“Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan kami, ambulans-ambulans yang nantinya akan bergerak, nanti akan bisa terpantau kendaraan yang terdekat, sehingga dalam setiap kegiatan ambulans, mungkin saat ini kalau misalnya Bapak lihat banyak ambulans-ambulans yang dikawal-kawal sipil, nah itu tidak dibenarkan,” kata Komarudin saat apel kolaborasi penanganan kemacetan di Monas, Rabu (27/8).