Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menyoroti polemik mengenai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengendarai mobil golf saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan beberapa waktu lalu.
Sorotan muncul setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon terlihat berjalan kaki, sementara Teddy mengemudikan mobil golf yang ditumpangi Prabowo dan Modi.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai, momen tersebut sebaiknya tidak dibesar-besarkan sebab itu terlihat seperti sudah dibagi tugas antara Teddy dengan Fadli.
“Lagi-lagi Teddy mendapat sorotan karena mengendarai mobil golf yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi, sementara Fadli Zon terlihat berjalan kaki,” ujar Hensa kepada wartawan, Ahad (12/7/2026).
“Menurut saya, tidak ada yang salah dengan situasi itu, kalau dipikir-pikir, justru akan lebih aneh kalau yang mengemudikan mobil golf itu Fadli Zon,” lanjutnya.
Ia menilai Fadli Zon memiliki tugas yang berbeda selama kunjungan tersebut. Karena itu, akan sulit apabila Fadli harus mengemudikan kendaraan sekaligus memberikan penjelasan kepada Presiden maupun tamu negara.
“Lebih lucu kalau Fadli Zon yang nyetir. Maka dia akan kesulitan bicara, menjelaskan sekaligus nyetir dan memberikan arahan-arahan. Itu malah makin membingungkan,” ujarnya.
Hensa menyoroti, peran Teddy sebagai Sekretaris Kabinet membuatnya wajar menjalankan tugas mengemudikan kendaraan yang membawa Presiden.
Ia pun menilai, Presiden Prabowo sepertinya tidak mempermasalahkan hal tersebut.
“Teddy memang menjabat sebagai Seskab, sehingga sangat mungkin salah satu tugasnya adalah memastikan mobilitas Presiden berjalan lancar, termasuk ketika harus mengemudikan kendaraan di area yang memang menggunakan mobil golf. Dari yang terlihat juga, Pak Prabowo tampak nyaman dengan itu,” katanya.
Karena itu, Hensa meminta publik tidak terburu-buru melihat kejadian tersebut sebagai persoalan privilese atau perlakuan istimewa.
“Dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas sering kali sangat praktis. Ada yang bertugas mendampingi dan menjelaskan, ada yang memastikan mobilitas Presiden berjalan dengan baik. Selama tugas masing-masing berjalan, saya kira tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” pungkas dia.
