Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi VIII DPR, Muhammad Husni, menekankan pentingnya perlindungan anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, peredaran narkoba yang mulai merambah lingkungan pendidikan, bahkan hingga jenjang sekolah dasar (SD), menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam memperkuat peran keluarga dan lingkungan sosial.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan individu yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat berdampak terhadap keluarga serta lingkungan masyarakat.
Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak dan generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkoba.
“Saya melihat hampir banyak, mulai dari sekolah setingkat universitas, SMA, SMP, sekarang malah di tingkat SD sudah banyak yang mencoba-coba menjual narkoba. Jadi betul-betul mereka merencanakan supaya generasi muda kita rusak. Ini sangat berbahaya sekali,” ujar Husni dilansir dari situs resmi DPR RI, Rabu (4/11/2026).
Ia menilai, ancaman narkoba tidak bisa dipandang semata-mata sebagai persoalan penegakan hukum. Dampaknya dapat meluas hingga kehidupan keluarga dan ketertiban sosial.
Seseorang yang telah terpapar narkoba, menurutnya, berpotensi membawa persoalan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, bahkan dapat mendorong munculnya berbagai tindak kejahatan.
Oleh karena itu, Husni menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh narkoba. Pengawasan, komunikasi, dan kepedulian terhadap lingkungan pergaulan generasi muda menjadi bagian dari upaya pencegahan yang perlu diperkuat.
Selain keluarga, masyarakat dan lingkungan pendidikan juga harus ikut membangun ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Di sisi lain, Husni mengapresiasi langkah Kapolri beserta jajaran kepolisian yang dinilainya serius memberantas peredaran narkoba di berbagai daerah.
Ia menilai upaya pemberantasan perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, bukan hanya pengguna, tetapi juga pemasok dan bandar besar tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan pihak yang terlibat.
“Salut untuk Bapak Kapolri yang luar biasa, yang konsen sekali, bukan hanya di satu tempat, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Bukan hanya yang dikejar itu pemakai, tetapi memang pemasok dan pembesar-pembesar narkoba yang ada di negeri ini, tidak pandang bulu,” ungkapnya.
Meski mengapresiasi langkah aparat, Husni menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum (APH). Keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.
Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya pemasok atau aktivitas peredaran narkoba. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk membantu memutus mata rantai peredaran sekaligus melindungi anak-anak dan generasi muda dari paparan narkoba.
“Narkoba itu bukan hanya tanggung jawab APH, tetapi juga tanggung jawab keluarga, dan yang paling penting tanggung jawab dari diri kita masing-masing untuk menghindari narkoba,” tegasnya.
Husni berharap seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat kepedulian dan keterlibatan dalam melindungi generasi muda.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dari narkoba menjadi salah satu prasyarat untuk melahirkan generasi yang unggul dan kuat sebagai penerus pembangunan bangsa.
