JurnalBabel.com – Sebanyak 159 warga mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu 26 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Gerindra asal daerah pemilihan Jawa Timur 7, Drs. Supriyanto, sebagai narasumber utama.
Sosialisasi membahas empat konsensus kebangsaan yang menjadi materi kegiatan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan berlangsung di balai desa dan diikuti masyarakat setempat, termasuk tokoh masyarakat. Peserta tampak mengikuti pemaparan materi serta sesi dialog yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Dalam pemaparannya, Drs. Supriyanto menekankan pentingnya memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, pemahaman mengenai nilai kebangsaan tidak hanya penting dalam ruang pendidikan atau forum kenegaraan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Ia mengajak warga menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun hubungan sosial, menghargai perbedaan, serta menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Empat Pilar ini adalah fondasi utama bangsa. Jika Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kita pahami dan amalkan bersama, maka desa akan kuat, daerah kuat, dan Indonesia akan tetap kokoh,” kata Supriyanto.
Materi Empat Pilar memiliki ruang penerapan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap gotong royong, musyawarah, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama.
Pemahaman terhadap UUD 1945 berkaitan dengan kesadaran mengenai kehidupan bernegara dan hak serta kewajiban warga negara. NKRI menjadi landasan mengenai pentingnya menjaga keutuhan negara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menekankan penghormatan terhadap keberagaman yang ada di Indonesia.
Dalam konteks kehidupan desa, nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama masyarakat di tengah perbedaan latar belakang.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Dalam dokumentasi kegiatan, Supriyanto terlihat mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan peci hitam saat menyampaikan materi kepada peserta.
Sejumlah peserta yang hadir tampak menyimak pemaparan narasumber. Kegiatan juga dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab, sehingga warga memperoleh kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan secara langsung.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan di tingkat masyarakat.
Kepala Desa Tambang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Tambang sebagai lokasi kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan kebangsaan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kehidupan bermasyarakat.
Sosialisasi semacam ini juga menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat, khususnya dalam menyampaikan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan yang mengangkat tema “Sosialisasi Empat Pilar di Daerah Pemilihan oleh Anggota MPR RI Drs. Supriyanto” tersebut berlangsung hingga sesi dialog dan tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Tambang mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai empat materi kebangsaan yang disampaikan.
Bagi masyarakat di tingkat desa, pemahaman terhadap nilai kebangsaan dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga gotong royong, menghormati keberagaman, serta membangun kehidupan sosial yang tertib dan harmonis.
