Jakarta, JurnalBabel.com – Komisi X DPR mendesak Badan Pusat Statistik atau BPS mempercepat pemuktahiran data desil yang dianggap kurang akurat. Pasalnya, data tersebut berperan penting untuk penyaluran bantuan pendidikan kepada penerima Kartu Indonesia Pintar/KIP dan Program Indonesia Pintar/PIP.
Anggota Komisi X DPR Adde Rosi Khoerunnisa mengungkapkan banyak calon mahasiswa penerima program PIP justru tidak menerima bantuan akibat data desil yang tidak diperbarui.
Menurutnya, perbaikan harus dilakukan dalam hitungan hari agar calon mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.
Selain desil, Komisi X DPR mendukung penuh rencana BPS melakukan survei berkala terkait biaya hidup dan tingkat inflasi secara mingguan.
“Kalau dari BPS RI menjadwalkan perubahan desil ini bisa dua minggu lebih. Kami berharap jangan sampai dua minggu karena calon mahasiswa penerima PIP yang sudah kita imput kemudian terpental, ini tidak bisa menunggu dua minggu. Harapan seluruh anggota segera mungkin, apakah satu hari, dua hari. Yang pasti kami berharap BPS RI bisa bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah desil ini,” kata Adde Rosi dikutip, Senin (14/9/2026).
Penerima manfaat program PIP adalah kelompok masyarakat miskin yang tergolong dalam desil I hingga IV. Akurasi data ini dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih tepat sasaran.
