JurnalBabel.com – Anggota Komisi VII DPR, Azikin Solthan, menegaskan pentingnya penguatan investasi dan kesiapan elektrifikasi industri otomotif nasional dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT QJMotor Industry Indonesia di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut, sebagaimana dikutip dari akun Instagram miliknya beberapa waktu lalu, merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap mitra kerja strategis di sektor industri dan manufaktur.
Dalam keterangannya, Azikin menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan industri otomotif di Indonesia tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing global.
“Salam Indonesia Raya…! Kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT QJMotor di Cikarang ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan kami dalam mendorong penguatan investasi otomotif sekaligus melihat kesiapan elektrifikasi industri bersama mitra kerja,” ujar Azikin.
Ia menekankan bahwa DPR RI memberikan perhatian serius terhadap beberapa aspek strategis, khususnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), transfer teknologi, serta perlindungan konsumen.
“Kami menekankan pentingnya peningkatan TKDN agar industri dalam negeri semakin kuat. Selain itu, transfer teknologi harus berjalan nyata, bukan hanya formalitas. Di sisi lain, jaminan harga yang kompetitif, layanan purna jual, serta ketersediaan suku cadang juga menjadi hal krusial bagi masyarakat,” tegasnya.
Dorong Industri Berkelanjutan
Dari hasil kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI memperoleh sejumlah catatan penting yang akan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ke depan. Azikin menyebut, industri otomotif Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di kawasan, terutama dalam menghadapi era kendaraan listrik.
Menurut Azikin, kesiapan elektrifikasi yang ditunjukkan oleh PT QJMotor menjadi sinyal positif bagi masa depan industri otomotif nasional. Namun demikian, DPR menilai perlu adanya komitmen jangka panjang dari investor untuk benar-benar membangun ekosistem industri yang kuat di dalam negeri.
“Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada industri otomotif nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global,” ungkap Azikin.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku industri menjadi kunci dalam mempercepat transformasi industri otomotif, terutama menuju era elektrifikasi.
Sebagai informasi, QJMotor merupakan merek sepeda motor global yang berada di bawah naungan grup industri otomotif besar asal Tiongkok, Qianjiang Motorcycle. Perusahaan ini dikenal memiliki jaringan produksi dan distribusi yang luas di berbagai negara, dengan fokus pada pengembangan motor sport, skuter, hingga kendaraan berbasis teknologi terbaru.
Di Indonesia, PT QJMotor Industry Indonesia hadir sebagai bagian dari ekspansi global perusahaan untuk menangkap potensi pasar otomotif yang besar, sekaligus mendukung pengembangan industri lokal melalui investasi dan produksi dalam negeri.
Kehadiran QJMotor di Indonesia juga diharapkan mampu mendorong transfer teknologi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor otomotif, sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat industri manufaktur nasional.
Komitmen untuk Industri Nasional
Azikin menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI akan terus mengawal perkembangan investasi di sektor otomotif agar benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pasar, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi bangsa—baik dari sisi tenaga kerja, teknologi, maupun kemandirian industri,” pungkasnya.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen DPR RI dalam mendorong industri otomotif Indonesia menjadi lebih tangguh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global dalam era transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
