Jakarta, JurnalBabel.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berulang di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR, Syarief Abdullah Alkadrie.
Ia mendorong penguatan sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk mempertimbangkan pengadaan pesawat pemadam kebakaran seperti yang digunakan Jepang.
Syarief mengatakan, persoalan karhutla dan kabut asap sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah pusat. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran untuk memperbaiki upaya pencegahan dan penanganan bencana ke depan.
“Ini menjadi pelajaran bukan hanya bagi Kalimantan Barat, tetapi juga bagi wilayah Kalimantan secara keseluruhan. Kita di DPR sudah sering menyampaikan bahwa negara kita sangat rawan bencana, mulai dari gempa bumi hingga banjir besar,” kata Syarief dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Legislator asal dapil Kalimantan Barat ini menilai, karhutla yang memicu kabut asap menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di Kalimantan. Karena itu, penambahan peralatan dan perlengkapan penanganan bencana dinilai perlu dipertimbangkan agar pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
“Tentu semuanya harus kita antisipasi, baik dengan menambah peralatan maupun perlengkapan lainnya. Mungkin ke depan kita juga perlu memiliki pesawat seperti yang digunakan Jepang agar ketika terjadi kebakaran, pemadaman bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Syarief berharap pengalaman menghadapi karhutla dan kabut asap selama ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa.
“Mudah-mudahan, ini menjadi pelajaran bagi kita untuk melakukan perbaikan ke depan,” katanya.
Terkait anggaran penanganan bencana, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Fraksi Partai NasDem itu mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan pos anggaran bagi pemerintah daerah.
Ia berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan untuk menangani bencana di masing-masing wilayah.
“Tentu sudah ada pos-pos anggaran yang disiapkan untuk pemerintah daerah. Saya kira pemerintah daerah akan menganggarkan dan menyerapnya sesuai dengan kebutuhan untuk menangani persoalan tersebut,” pungkasnya.
Sekedar informasi, pesawat pemadam kebakaran atau helikopter yang dikerahkan oleh Jepang untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia adalah Boeing CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces / JSDF).
Berikut adalah detail penting terkait misi bantuan tersebut:
- Jenis Armada: 3 unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook.
- Lokasi Operasi: Wilayah Kalimantan (khususnya Kalimantan Barat, seperti Kubu Raya, Mempawah, dan Ketapang).
- Waktu Pelaksanaan: Mulai beroperasi melakukan water bombing (pengeboman air) pada 16 September 2026 hingga resmi berakhir pada 29 September 2026.
- Hasil Operasi: Menjalankan lebih dari 40 kali penerbangan dan menjatuhkan lebih dari 220 ton air untuk memadamkan titik api.
- Status Terkini: Misi bantuan dari Jepang telah diakhiri karena pemerintah Indonesia dinilai sudah mampu melanjutkan penanganan secara mandiri.
