Jakarta, JurnalBabel.com – Keberhasilan program transportasi hijau dan transportasi cerdas tidak dapat diukur hanya dari jumlah kendaraan listrik yang beroperasi maupun tingkat digitalisasi layanan transportasi.
Demikian dikatakan Anggota Komisi XII DPR Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo, dalam Diskusi Publik Fraksi Partai Demokrat bertajuk “Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan”, dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurut Sartono, ukuran utama keberhasilan transportasi hijau terletak pada kemampuan Indonesia membangun ekosistem energi dan transportasi yang terintegrasi, rendah emisi, serta memiliki daya saing yang kuat.
Ia menilai pengembangan kendaraan listrik perlu didukung oleh berbagai faktor pendukung agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Keberhasilan transportasi hijau dan cerdas tidak dapat diukur hanya dari jumlah kendaraan listrik atau digitalisasi layanan transportasi,” kata Sartono.
Ia menandaskan bahwa percepatan pengembangan energi terbarukan, hilirisasi industri nikel dan baterai, kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kepastian hukum dan keberlanjutan regulasi merupakan komponen penting dalam membangun sistem transportasi yang berkelanjutan.
