JurnalBabel.com – Anggota Komisi X DPR, Adde Rosi Khoerunnisa, mendorong pentingnya hilirisasi hasil riset dan inovasi akademik agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan Adde Rosi dalam kegiatan Workshop Hilirisasi Riset dan Inovasi yang Efektif, Jumat (25/09/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini adalah mendorong hasil penelitian di perguruan tinggi agar dapat ditransformasikan menjadi produk yang memiliki nilai praktis dan ekonomis maupun menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik.
“Riset kampus jangan cuma numpuk jadi jurnal, saatnya bertransformasi jadi produk nyata dan solusi industri,” kata Adde Rosi dikutip dari akun instagram pribadinya, Ahad (27/9/2026).
Dia menilai hilirisasi riset membutuhkan ekosistem inovasi yang kuat dan kolaborasi antara berbagai pihak. Perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha perlu membangun sinergi agar hasil penelitian dapat dikembangkan hingga menghasilkan produk atau solusi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Melalui kolaborasi Triple Helix
antara kampus, pemerintah dan dunia usaha, hasil penelitian adik-adik mahasiswa dan dosen bisa dikembangkan menjadi produk berdaya saing tinggi yang membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, dukungan kebijakan dan akses pendanaan penelitian yang tepat sasaran juga menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi dari perguruan tinggi.
Dengan dukungan tersebut, para inovator lokal diharapkan mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing, termasuk produk yang dapat menjadi substitusi impor sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru.
Melalui workshop tersebut, diharapkan dapat disusun peta jalan hilirisasi riset yang lebih terstruktur dan berdaya saing. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pemanfaatan hasil riset sekaligus mendukung pengembangan kemandirian teknologi nasional.
“Yuk, kita kawal bersama agar hasil riset anak bangsa menjadi motor penggerak kemandirian teknologi Indonesia,” pungkas legislator asal dapil Banten ini.
