Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi VIII DPR, Muhammad Husni, mengapresiasi pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, kehadiran direktorat tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan pesantren sekaligus mencerminkan peningkatan perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang berperan strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Husni berharap pembentukan Ditjen Pesantren diikuti dengan peningkatan dukungan pemerintah, terutama dalam aspek pembiayaan, pengembangan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
“Dengan adanya Dirjen Pesantren, tentunya kita boleh katakan bahwa pesantren ini naik kelas. Kita senang dan berbangga bahwa Kementerian Agama mempunyai perhatian yang lebih besar lagi untuk pondok-pondok pesantren,” ujar Husni dilansir dari situs resmi DPR RI, Kamis (5/11/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, pesantren memiliki sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, dan kepemimpinan.
Melalui kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren, para santri memperoleh pengalaman pendidikan yang mendorong tumbuhnya kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan berorganisasi dan bermasyarakat.
Menurut Husni, kontribusi pesantren dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas juga tercermin dari banyaknya alumni yang kini menduduki berbagai posisi strategis di Tanah Air.
Hal tersebut membuktikan bahwa lulusan pesantren memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebab itu, ia mendorong Kemenag agar memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan dan peningkatan kapasitas alumni pesantren.
Dukungan pemerintah, lanjutnya, tidak cukup hanya berfokus pada pembiayaan lembaga pendidikan, tetapi juga perlu membuka ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi para lulusan untuk mengembangkan potensi serta berkiprah di berbagai sektor.
“Lulusan-lulusan pesantren juga sudah banyak menempati kedudukan-kedudukan tertinggi di negara kita ini. Jadi, tentunya kita mohon kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, supaya lebih betul-betul memperhatikan dan menaikkan tingkatan daripada alumni-alumni pesantren tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Husni menegaskan bahwa pesantren memiliki peran multidimensional dalam pendidikan generasi muda. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama dan pengetahuan, pesantren juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta pembelajaran berorganisasi.
Perpaduan tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki landasan moral dan akhlak yang kuat.
Ia berharap pembentukan Ditjen Pesantren menjadi momentum bagi pemerintah untuk semakin memperkuat keberadaan dan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia. Dengan dukungan kebijakan dan pembinaan yang berkelanjutan, pesantren diharapkan mampu mengoptimalkan perannya dalam mencetak generasi bangsa yang berdaya saing dan berkarakter.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat mendidik dan berorganisasi yang menciptakan generasi-generasi yang kuat, generasi-generasi yang hebat, bukan hanya berpendidikan, tetapi mempunyai akhlak yang jauh lebih baik,” pungkas legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu.
