Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, menilai penerapan Biodiesel 50 atau B50 yang akan dilakukan pemerintah pada bulan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
“Penerapan B50 sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian energi, memperkuat industri dalam negeri hingga mendorong hilirisasi sawit,” kata Sartono kepada wartawan, Kamis (2/7/ 2026).
Meski demikian, Sartono menekankan, pentingnya pemerataan manfaat di sepanjang rantai nilai sawit terutama bagi petani sebagai bentuk keberhasilan penerapan B50.
Jangan sampai, kata Sartono, kebijakan yang bertujuan memperkuat kemandirian energi justru memberikan tekanan kepada harga tandan buah segar (TBS).
“Jangan sampai kebijakan yang bertujuan memperkuat kemandirian energi justru memberikan tekanan terhadap harga tandan buah segar (TBS) atau mengurangi kesejahteraan petani sawit,” beber Sartono.
Oleh karena itu, Sartono juga mendesak adanya perlindungan terhadap petani rakyat. Menurutnya, perlindungan kepada petani rakyat mutlak harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi B50.
Lebih jauh Sartono mendorong kesiapan pasokan bahan baku dan industri B50 harus benar-benar matang. Ia menegaskan aspek kualitas hasil akhir berupa bahan bakar juga harus benar tetap sama dan maksimal.
“Harus ada kepastian usaha kepada semua instrumen didalamnya dari kelapa sawit sampai ke industri otomotifnya,” jelas Politikus Partai Demokrat ini.
Tak hanya itu, Sartono meminta implementasi B50 dilakukan secara adaptif, berbasis evaluasi terukur dan tetap memperhatikan perkembangan pasar global.
Sosialisasi ke masyarakat, tegas Sartono, juga harus dilakukan secara masif agar tidak muncul keraguan dari masyarakat dalam penggunaan B50.
“Kebijakan ini akan berjalan efektif selama Pemerintah melakukan pemantauan berkala terhadap dampaknya terhadap penghematan devisa, keberlanjutan fiskal, keberlanjutan lingkungan, harga TBS petani, serta kinerja industri sawit,” pungkasnya.
