Jakarta, JurnalBabel.com – Presiden Prabowo Subianto belum lama ini menginginkan semua kendaraan yang beroperasi di Indonesia mesinnya diubah jadi berbasis energi listrik. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.
Presiden juga menegaskan, ke depan pengembangan moda transportasi berbasis listrik ini tidak hanya terbatas di sektor transportasi umum kereta api yang sudah banyak digunakan mulai dari KRL hingga LRT dan MRT.
Dalam rapat dengar pendapat umum Panitia Kerja Komisi VII DPR Tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Nasional, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026), Anggota Komisi VII DPR, Azikin Solthan, mempertanyakan kepada peserta rapat yang hadir yakni Perkumpulan Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) dan Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), bagaimana pandangan mereka melihat strategi pemerintah agar pengembangan kendaraan listrik tidak berhenti pada peningkatan penjualan dan perakitan.
Pasalnya, saat ini pemerintah masih menggandeng pabrikan global seperti TVS asal India untuk memperluas investasi kendaraan listrik serta meresmikan kendaraan taktis listrik buatan PT Pindad, yaitu MV3-EV “Pandu”.
Legislator Gerindra asal dapil Sulawesi Selatan ini pun ingin pengembangan kendaraan listrik di tanah air menciptakan industri nasional yang mandiri. Hal itu pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pengembangan kendaraan listrik tidak berhenti pada peningkatan penjualan dan perakitan, tetapi mampu menciptakan industri nasional yang mandiri melalui peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), penguasaan teknologi, penguatan IKM, suplayer lokal serta ekosistem infrastruktur dan pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Azikin Solthan.
Selain itu, Azikin juga mempertanyakan kepada para asosiasi kebijakan apa yang paling dibutuhkan untuk membuat kendaraan listrik dan pembiayaan lebih terjangkau bagi masyarakat. Utamanya untuk ojek online/ojol dan sektor logistik.
Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah menerapkan kebijakan insentif fiskal, subsidi pembelian langsung, dan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk membuat kendaraan listrik lebih terjangkau.
Pemerintah juga menyiapkan opsi dan skema tukar tambah (trade-in) agar masyarakat dapat lebih mudah beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Keinginan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah kendaraan konvensional atau bensin menjadi berbasis energi listrik, sudah dimulai pada April 2026 dengan meresmikan fasilitas perakitan bus dan truk listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, sebagai pilar transportasi ramah lingkungan.
Lalu pada Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, untuk mendorong mobilitas yang lebih hemat dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah juga menargetkan ekosistem dan fasilitas produksi massal mobil listrik—termasuk sedan—di Subang dan wilayah lainnya dapat beroperasi penuh pada tahun 2028.
