Jakarta, JurnalBabel.com – Fraksi Partai Golkar MPR RI menggelar agenda penting Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dengan mengangkat tema strategis: “Peran Perempuan di Partai Politik dalam Memperkuat Ideologi Negara dan Konsensus Kebangsaan.”
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan oleh Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, bersama Pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG) berlangsung dengan penuh semangat kebangsaan dan suasana yang interaktif.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para pengurus organisasi perempuan terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam penyampaiannya, Adde Rosi menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menanamkan nilai gotong royong dan nasionalisme di tengah masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak organisasi, pendidik dalam keluarga, serta agen perubahan sosial yang mampu memperkuat karakter bangsa.
“Di era modern ini, keterlibatan aktif perempuan di partai politik menjadi motor penggerak untuk menjaga agar arah bangsa tetap selaras dengan koridor konstitusi dan falsafah Pancasila,” kata Adde Rosi dikutip dari akun instagram pribadinya, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan juga diisi dengan dialog dan diskusi interaktif mengenai tantangan kebangsaan di era modern, penguatan literasi sosial dan politik, serta implementasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan organisasi dan bermasyarakat.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan dan berbagi pandangan terkait pentingnya menjaga persatuan serta kebhinekaan bangsa Indonesia.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan Pengurus PP KPPG dapat semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pelopor dalam memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan solidaritas di tengah masyarakat.
