Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto, menilai langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menggelontorkan anggaran kepada PT Berdikari (Persero), bagian dari Holding Pangan BUMN (ID FOOD) untuk hilirisasi ayam terintegrasi berpotensi membunuh peternak kecil.
Pasalnya, kata dia, langkah Danantara menyuntikkan dana ke PT Berdikari untuk hilirisasi hanya akan membuat perusahaan pelat merah tersebut menguasai pembibitan ayam, produksi pakan hingga berternak.
Demikian disampaikan Bambang Purwanto merespons langkah Danantara menyetujui pembiayaan Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi. PT Berdikari ditunjuk menjadi pelaksana dari hilirisasi ayam tersebut.
“Tentu upaya ini baik untuk swasembada daging, akan tetapi hal ini akan membunuh peternak kecil yang seharusnya dibina dan kerjasama dengan Berdikari. Jangan sampai justru Berdikari malah menguasai mulai dari pembibitan ayam, produksi pakan kemudian membesarkan sendiri tentu upaya semacam ini,” kata Bambang Purwanto kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Lebih jauh ia menjelaskan, maksud kerjasama dan pembinaan PT Berdikari dengan peternak antara lain ialah penyediaan bibit dan pakan. Sementara yang membesarkan adalah para peternak kecil.
“Harus kerjasama dengan peternak kecil yang sudah banyak tumbuh sejak dulu, sehingga peternak kecil tetap bisa berkembang. Sehingga saling menghidupkan antara Berdikari dan peternak kecil,” ungkapnya.
Politisi Partai Demokrat ini menekankan, bilamana nantinya PT Berdikari akan menguasai pembibitan ayam, produksi pakan hingga kemudian beternak dan membesarkan sendiri sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Upaya semacam ini bertentangan dengan semangat Pancasila, karena keberadaan Berdikari yang seharusnya membantu peternak kecil justru akan membunuh peternak kecil,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bambang menegaskan rencana PT Berdikari untuk meminta izin ke PT RNI selaku induk holding BUMN pangan untuk menggunakan dana Rp 16,7 miliar yang disediakan Danantara sangat berlebihan.
“Bayangkan persiapan pembuatan bowplang juga terlalu berlebihan, bayangkan untuk upaya persiapan 6 lokasi diperlukan dana sebesar Rp 16,7 miliar perlu diwaspadai,” ujarnya.
Diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyetujui pembiayaan Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi.
Proyek hilirisasi pertanian ini akan mengembangkan industri pengolahan ayam terintegrasi di enam daerah mulai dari Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
