Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto, mengharapkan target pembangunan 5.000 Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029, tidak dilakukan asal-asalan untuk sekedar memenuhi jumlah target semata.
“Dalam rangka pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih adalah penentuan lokasi yang tepat. Tidak asal melengkapi jumlah target yang akan dibangun,” kata Bambang Purwanto kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pemilihan lokasi pembangunan KNMP sangatlah penting. Lantaran pembangunan KNMP merupakan solusi bagi nelayan agar bisa menjaga kualitas dan harga jual ikan.
“Di dalam Pembangunan KNMP ini disediakan pabrik es, colstorage sehingga bila ikan tidak bisa terjual bisa ditampung di gudang pendingin itu sambil menunggu harga terbaik,” jelasnya.
Dalam catatannya, Bambang meminta agar pembangunan KNMP dapat mengedepankan kepiawaian dari para pengurus koperasi untuk mengelola dan melakukan kerjasama dengan para nelayan.
“Memang tergantung juga kepiawaian pengurus Koperasi KNMP dalam mengelolanya dan kerjasama dengan para nelayan,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat ini pun mengingatkan, persoalan utama dalam pengelolaan KNMP bukan hanya soal anggaran semata. KNMP, lanjutnya, harus berfungsi untuk menggali dan menjadi solusi atas masalah yang terjadi kepada nelayan selama ini.
“Apakah persoalan utama nelayan itu hanya soal perlu uang cepat setelah mendarat dengan harga ikan yang terbaik. Hal ini tergantung para pemangku dalam melihat akar masalah bagi para nelayan,” bebernya.
Selain itu, tegasnya, keberadaan KNMP perlu berpengaruh signifikan bagi kesejahteraan para nelayan di Indonesia. Efek dari KNMP harus bersifat keberlanjutan bagi para nelayan.
“Jadi penting bagi pengurus koperasi memberikan pelatihan bagi para nelayan,” pungkas legislator asal dapil Kalimantan Tengah ini.
