Jakarta, JurnalBabel.com – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memanggil sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di bidang ekonomi merupakan tindakan yang tepat sebagai wakil rakyat.
Menurut Hensa, sapaan akrabnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa DPR tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan secara formal, tetapi juga merespons kegelisahan masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, apa yang dilakukan Dasco itu bagus. Dia mendengarkan rakyat yang hari-hari ini sedang gelisah soal ekonomi. Lalu kegelisahan itu tidak berhenti sebagai keluhan, tapi ditindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak yang memang punya kewenangan di bidang ekonomi seperti DEN, Kemenkeu, dan lain-lain,” ujar Hensa kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Hensa mengatakan, pimpinan DPR perlu lebih aktif menangkap aspirasi publik dan menghubungkannya dengan pengambil kebijakan di pemerintahan.
Ia menilai, apa yang dilakukan oleh Dasco bisa menjadi contoh bagi pimpinan DPR lainnya untuk berinisiatif meminta penjelasan sekaligus mendorong solusi yang lebih jelas.
“Dia seperti ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana penjelasan dari pemerintah, dan apa langkah yang bisa diambil. Menurut saya itu bagus, karena rakyat memang butuh wakil yang bukan hanya bicara, tetapi juga bergerak mencari jawaban,” katanya.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyebut, langkah Dasco seharusnya dapat ditiru oleh pimpinan DPR lainnya, terutama dalam merespons isu-isu yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Ini harusnya bisa ditiru oleh pimpinan DPR lain. Dengarkan dulu apa yang dirasakan masyarakat, lalu panggil pihak-pihak terkait, cari duduk perkaranya, dan dorong solusinya. Fungsi DPR kan memang salah satunya memastikan kebijakan pemerintah berjalan untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.
Hensa menambahkan, respons politik terhadap persoalan publik tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga harus ditunjukkan melalui kerja pengawasan yang nyata.
“Kalau rakyat sedang gelisah soal ekonomi, maka wakil rakyat harus ikut gelisah, begitu juga dengan masalah lainnya. Bukan dalam arti panik, tetapi aktif mencari jalan keluar. Pada akhirnya, tujuan politik itu kan bagaimana membuat rakyat lebih sejahtera,” tutur Hensa.
Ia berharap DPR semakin aktif menjalankan peran pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Yang penting, jangan berhenti pada forum atau rapat saja. Setelah dipanggil, harus ada tindak lanjut karena publik perlu tahu apa hasilnya, apa solusi yang disiapkan, dan bagaimana dampaknya untuk masyarakat,” pungkasnya.
