Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto, mengaku kasihan dengan Presiden Prabowo Subianto lantaran memiliki anak buah yang tidak profesional dalam bekerja.
PakDhe begitu ia disapa menyatakan hal tersebut lantaran serangkaian kejadian atau krisis energi yang terjadi di wilayah Kalteng beberapa waktu terakhir ini.
“Kasihan Presiden kalau pembantunya tidak profesional seperti ini,” kata Bambang Purwanto kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
Lebih jauh PakDhe menegaskan, pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir amat sangat berdampak kepada keseharian masyarakat. Keberadaan listrik, kata dia, sudah menjadi tumpuhan masyarakat pengusaha baik yang kecil sampai besar.
“Semua tergantung dengan listrik termasuk pelayanan masyarakat oleh dinas juga tergantung listrik,” jelasnya.
Disisi lain, ia juga menyayangkan kelangkaan BBM di Kalteng hingga menyebabkan antrian panjang masyarakat. PakDhe mengaku hal tersebut akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Jadi pergerakan masyarakat tentu terhambat, ketika pergerakan terhambat tentu juga menghambat pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, Kalteng sebagai provinsi yang memiliki luas kira-kira dua setengah pulau Jawa mempunyai potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan, krisis energi yang terjadi di Kalimantan Tengah akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Akan tetapi saat ini mengalami krisis energi baik listrik mati bergilir tiap hari kira-kira jam ditambah lagi sulit mendapatkan BBM jadi lengkap penderitaan masyarakat bahkan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mencermati kondisi seperti ini keberadaan PLN dan Pertamina harus segera sadar bahwa apa yang menjadi tanggung jawabnya bisa menghancurkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
