Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi VIII DPR, Muhammad Husni, menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Husni, peningkatan kesiapan terlihat dari berbagai aspek, mulai dari akomodasi hingga layanan di Tanah Suci.
“Persiapan tahun ini jauh lebih baik, mulai dari hotel, katering, hingga transportasi pesawat. Begitu juga dengan kesiapan di Arab Saudi, khususnya di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” kata Husni dilansir, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah juga melakukan peningkatan signifikan dalam penyiapan petugas haji. Para petugas, katanya, telah melalui proses pelatihan yang lebih panjang serta seleksi yang profesional. Hal ini diharapkan mampu melahirkan petugas yang kompeten dalam melayani jemaah selama pelaksanaan ibadah.
“Petugas haji tahun ini lebih siap karena dilatih dalam jangka waktu yang lama dan dipilih secara profesional, sehingga mereka benar-benar terlatih,” ujarnya.
Husni turut memastikan kenyamanan jemaah haji asal Sumatera Utara selama berada di Mekkah. Ia menyebutkan, lokasi penginapan jemaah relatif dekat dengan Masjidil Haram.
“Untuk jemaah, khususnya dari Sumatera Utara, tidak perlu khawatir. Hotel yang disiapkan berada sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram,” kata legislator asal dapil Sumatera Utara ini.
Sebagai anggota DPR yang memiliki fungsi pengawasan, Husni menegaskan pihaknya akan terus mengawal penyelenggaraan haji agar berjalan optimal. Ia berharap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik dan lancar.
“Kami akan terus menjaga dan mengawal agar seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, untuk layanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah disebut telah menyiapkan fasilitas yang lebih memadai. Tenda-tenda di Mina dan Arafah kini dibuat lebih permanen guna menampung lebih banyak jemaah.
“Tenda yang disiapkan lebih permanen, sehingga daya tampung jemaah juga meningkat,” jelasnya.
Terkait kondisi cuaca di Arab Saudi, Husni menyebut tahun ini relatif lebih bersahabat dan mendekati kondisi cuaca di Indonesia. Meski demikian, ia tetap mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
Ia juga mengungkapkan, pada penyelenggaraan haji tahun ini tidak lagi tersedia layanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Oleh karena itu, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
“Cuaca memang lebih mudah beradaptasi, tetapi jemaah tetap harus menjaga kesehatan, karena jika sakit akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” pungkas politisi Partai Gerindra ini.
