Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengusulkan agar motor listrik yang telah dianggarkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijual kembali apabila tidak dibutuhkan.
Menurutnya, keberadaan motor listrik tidak efektif karena mayoritas kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah memiliki kendaraan operasional sendiri.
“Motor listrik dimanfaatkan untuk apa? Mubazir saja menurut saya, lebih baik dijual lagi saja, karena rata-rata kepala SPPG punya motor,” kata Irma Suryani, kemarin.
Selain menyoroti aset kendaraan, Irma meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang skema insentif bagi SPPG. Besaran insentif perlu disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur MBG.
“Yang distribusi 3.000 dengan yang distribusi 2.500 dan yang 2.000 memang harus beda,” ujarnya.
Irma juga mendorong agar program MBG lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, siswa di sekolah-sekolah elite tidak perlu menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Siswa TK, SD, SMP dan SMA di sekolah elite tidak perlu diberi MBG. Tapi untuk siswa SMA di wilayah miskin tidak apa-apa diberi MBG,” katanya.
Tak hanya itu, Irma meminta BGN mengevaluasi izin operasional SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar. Ia menegaskan dapur MBG yang beroperasi di bangunan sempit dan tidak memungkinkan untuk diperluas atau direnovasi sebaiknya dicabut izinnya.
