JurnalBabel.com – Agenda reses tak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Sartono Hutomo, juga membawa puluhan motor pengangkut sampah untuk diserahkan kepada kelompok masyarakat dan komunitas pemerhati lingkungan.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Senin (27/7/2026). Motor-motor tersebut diharapkan membantu pengangkutan sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat dan komunitas lingkungan di wilayah Dapil Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas pemerhati lingkungan.
Sartono mengatakan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, DPR, masyarakat, hingga komunitas lingkungan, menurut dia, memiliki peran masing-masing dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
”Persoalan sampah ini tanggung jawab kita bersama. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat,” kata Sartono.
Ia berharap motor pengangkut sampah tersebut dapat membantu kelompok masyarakat menjangkau permukiman dan kawasan yang membutuhkan pelayanan pengangkutan sampah secara lebih efektif.
”Bantuan motor sampah ini kami harapkan bisa meningkatkan efektivitas pengangkutan dan pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut Sartono, persoalan lingkungan tidak cukup dijawab dengan kampanye ataupun slogan. Dukungan sarana dan keterlibatan masyarakat diperlukan agar upaya menjaga kebersihan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia ingin momentum reses juga digunakan untuk mendorong aksi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
”Pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dengan slogan. Dibutuhkan aksi nyata dan dukungan sarana yang memadai,” kata Sartono.
Ia mengatakan, penyerahan motor pengangkut sampah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Menurut dia, keberadaan sarana pengangkut sampah perlu diikuti dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah. Pengelolaan sampah semestinya dimulai dari sumbernya, termasuk melalui pengurangan dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
Sartono berharap motor pengangkut sampah yang diserahkan tidak sekadar menjadi tambahan fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan persampahan di desa dan kelurahan.
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan komunitas lingkungan, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya bertumpu pada proses mengangkut dan membuang, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari lingkungan terdekat.
