JurnalBabel.com – Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Supriyanto, menegaskan Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga cermin dari kepribadian bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan nilai-nilai Pancasila sejatinya lahir dari watak dan karakter bangsa Indonesia yang telah terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Pancasila tumbuh dari akar budaya dan tradisi kita sendiri, bukan dipaksakan dari luar. Ia mewakili semangat gotong royong, toleransi, keadilan, dan musyawarah yang menjadi warisan luhur nenek moyang kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyanto menyoroti di tengah tantangan zaman seperti globalisasi, arus digital, serta meningkatnya ujaran kebencian dan intoleransi, Pancasila harus terus dihidupkan. Tidak hanya sebagai ideologi formal, tetapi sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam merawat nilai-nilai luhur ini.
“Ketika kita bicara Pancasila sebagai cermin kepribadian bangsa, maka kita harus berani bertanya: apakah perilaku kita mencerminkan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial? Jangan sampai Pancasila tinggal di spanduk, tapi tak nampak dalam tindakan,” kata Anggota Komisi V DPR RI ini.
Supriyanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah menjaga dan mengamalkan Pancasila di tengah keberagaman bangsa.
Menurutnya, kekuatan Indonesia justru terletak pada kemampuannya merangkul perbedaan.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari amanat MPR RI kepada para anggota DPR/MPR untuk terus membumikan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pancasila adalah jiwa bangsa kita. Selama Pancasila hidup dalam hati rakyatnya, Indonesia akan tetap berdiri kokoh,” pungkasnya.
