JurnalBabel.com – Persoalan sulitnya memperoleh pekerjaan, pentingnya integritas, dan keinginan anak muda untuk memperbaiki Indonesia menjadi sorotan dalam kegiatan Public Lecture Series bertema Anak Muda Memandang Republik di aula pendidikan Universitas Harkat Negeri, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan analis politik komunikasi yang juga pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio (Hensa) sebagai narasumber.
Dalam forum itu, Hensa memaparkan hasil survei lembaganya mengenai pandangan anak muda Indonesia terhadap masa depan, pekerjaan, dan kondisi republik.
Hensa menyebut, 74,7 persen anak muda Indonesia yang menjadi responden surveinya merasa kesulitan mencari pekerjaan. Survei tersebut dilaksanakan pada 23–29 September oleh Kedaikopi dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Hensa menjelaskan, survei dilakukan secara daring dengan responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, karena menggunakan metode daring, komposisi responden lebih banyak berasal dari wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan.
“74,7 persen pemuda Indonesia merasa sulit cari kerja,” kata Hensa dilansir dari pantura.inews.id.
Menurutnya, temuan tersebut menggambarkan salah satu tantangan yang dihadapi anak muda ketika memasuki dunia kerja. Persoalan kesempatan kerja juga berkaitan dengan harapan generasi muda terhadap masa depan dan pilihan profesi yang ingin mereka jalani.
“Jadi sebanyak 32,8 persen responden menyatakan ingin menjadi pengusaha. Angka tersebut menjadi pilihan profesi terbesar,” ungkap Hensa.
Pilihan lainnya meliputi bekerja di bidang NGO dan menjadi pemandu wisata sebesar 7,5 persen, berjualan sebesar 7,1 persen, bekerja di kantor sebesar 6,4 persen, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 5,7 persen, menjadi guru atau pengajar sebesar 4 persen, serta menjadi content creator sebesar 3,9 persen.
Hensa mengajak mahasiswa memiliki minat terhadap kewirausahaan dan sejumlah profesi lainnya. Melalui interaksi tersebut, ia mendorong mahasiswa untuk mulai memikirkan pilihan karier sejak masih berada di bangku kuliah.
Sumber: pantura.inews.id
