Jakarta, JurnalBabel.com – Percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi terintegrasi di Bali dinilai mendesak, seiring tingginya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Komisi V DPR mendorong pemerintah untuk lakukan kajian mendalam terkait pengembangan sistem transportasi terpadu termasuk opsi pengembangan moda angkutan massal seperti LRT atau MPR untuk mengurangi ketergantuan terhadap kendaraan pribadi.
Anggota Komisi V DPR, Syarief Abdullah Alkadrie, menyebut Bali memiliki peran strategis sebagai destinasi pariwisata utama. Untuk itu, perlu ada pembenahan infrastruktur yang lebih konferensif agar mampu mendukung kenyamanan dan kelancaran aktivitas pariwisata.
“Kita minta Kementerian Perhubungan untuk melakukan suatu kajian bagaimana transportasi publik itu lebih dominan nantinya untuk digunakan disana, sehingga mengurangkan apakah masyarakat lokal atau masyarakat yang berwisata kesana itu tidak menggunakan kendaraan pribadi,” kata Syarief dikutip dari video di akun youtube tvrparlemen, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, saat ini kendaraan pribadi banyak digunakan wisatawan di Bali, sementara sarana transportasi publik terbatas disana. Agar hal itu terwujud, Syarief menyebut adanya solusi transportasi publik seperti LRT atau MRT.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerag serta dukungan investasi, politisi Partai NasDem ini berharap percepatan pembangunan infrastruktur di Bali dapat segera terwujud demi meningkatkan kualitas layanan pariwisata serta memperkuat posisi Bali sebagai gerbang pariwisata Indonesia.
