Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Ashabul Kahfi, mengapresiasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun ini memberikan beasiswa kepada 8.484 tenaga kesehatan dan 1.157 dokter spesialis.
Disatu sisi, Ashabul menyoroti pentingnya komitmen tenaga kesehatan/nakes dan dokter spesialis penerima beasiswa negara untuk siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. Sebab, penempatan nakes dan dokter spesialis selalu terjadi setiap tahun di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan karena mereka sudah mendapatkan fasilitas dan kemudahan yang diberikan negara, sehingga harus diiringi dengan tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat.
“Komitmen penempatan ini penting agar pemerataan layanan kesehatan tidak hanya terpusat di kota besar,” kata Ashabul Kahfi dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan pemerintah mengenai perlindungan dan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ashabul juga menyoroti adanya kesenjangan insentif dokter spesialis antarwilayah yang cukup besar. Ia mengingatkan, perbedaan insentif yang terlalu jauh dapat memicu perpindahan dokter ahli ke daerah yang menawarkan insentif lebih tinggi.
“Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan pemerataan tenaga kesehatan berjalan adil, terukur, dan tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga medis di berbagai daerah,” ujarnya.
Ashabul juga menyebut mayoritas mahasiswa lulusan kedokteran berasal dari keluarga mampu dan berkecukupan lebih yang sudah terbiasa hidup mewah. Alhasil, ketika ditempatkan di daerah terpencil tidak terbiasa dengan kehidupan yang serba keterbatasan.
Hal itu dinilainya bisa mempengaruhi terjadinya layanan kesehatan tidak merata di Indonesia. Solusinya, Ashabul mengusulkan agar beasiswa negara ini diprioritaskan kepada putra-putri daerah.
“Sehingga begitu mereka selesai bisa dikembalikan ke daerahnya kembali,” pungkas legislator asal dapil Sulawesi Selatan ini.
