Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Azikin Solthan, meminta perluasan akses penyaluran program Kredit Usaha Rakyat atau KUR diperkuat pada sektor produktif dan pelaku UMKM yang belum mendapatkan pembiayaan.
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar perluasan program KUR ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Perluasan penyaluran KUR perlu diperkuat agar lebih tepat sasaran pada sektor produktif dan pelaku usaha yang belum dapat akses pembiayaan,” kata Azikin dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri UMKM, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Azikin pun mempertanyakan penyaluran KUR pada 2025 yang mencapai sekitar Rp270 triliun. “Namun apa strategi debitur agar KUR benar-benar naik kelas dan tidak terus bergantung pada pembiayaan bersubsidi,” ujarnya.
Selain itu, Azikin juga menyoroti realisasi anggaran sementer I 2026 Kementerian UMKM yang baru 58,17 persen. Ia mempertanyakan apa kendala utama terutama pada unit kerja yang realisasinya masih rendah dan apa langkah percepatannya.
Sebab itu, Azikin mendorong agar percepatan realisasi anggaran 2026 Kementerian UMKM harus tetap kedepankan kualitas belanja sehingga target program dapat tercapai tanpa korbankan akuntabilitas.
