JurnalBabel.com – Peningkatan daya saing pendidikan pastoral perlu diikuti dengan perluasan jejaring internasional, baik bagi dosen maupun mahasiswa. Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang dinilai memiliki modal untuk memperkuat posisi tersebut karena telah menarik mahasiswa dari luar negeri.
Anggota Komisi VIII DPR Muhammad Husni mendorong STP-IPI memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi Katolik di berbagai negara. Menurutnya, penguatan jejaring internasional dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di pusat-pusat pendidikan Katolik dunia.
“Kita juga tadi mendengarkan sudah mulai masuknya mahasiswa-mahasiswa dari Timor Leste. Kita ingin (meningkatkan) daya saing internasionalnya, dosen-dosennya harus dikirim lebih ramai lagi ke negara-negara pusat Katolik dunia,” ujar Husni saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke STP-IPI Malang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
Husni menilai penguatan kapasitas internasional tidak hanya ditujukan bagi tenaga pengajar. Mahasiswa juga perlu mendapatkan akses untuk belajar dan membangun pengalaman akademik di perguruan tinggi Katolik yang lebih besar di luar negeri.
“Bukan hanya dosen-dosennya, tetapi juga mahasiswanya untuk bisa sekolah ke sekolah-sekolah Katolik yang lebih besar di luar negeri,” kata politisi Partai gerindra itu.
Dorongan tersebut sejalan dengan perkembangan jumlah mahasiswa STP-IPI. Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti peningkatan jumlah mahasiswa yang sebelumnya sekitar 230 orang pada 2025 menjadi 347 mahasiswa saat ini.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya minat yang kuat terhadap pendidikan pastoral di STP-IPI. Kondisi itu sekaligus menjadi modal bagi kampus untuk memperluas jejaring pendidikan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Kepala STP-IPI Yohanes Subasno menjelaskan, kampus menargetkan diri menjadi perguruan tinggi pastoral yang unggul secara internasional pada 2032. Orientasi tersebut diwujudkan melalui penguatan publikasi internasional, hubungan dengan institusi di luar negeri, serta pengakuan terhadap kualitas akademik STP-IPI.
Saat ini STP-IPI menyelenggarakan tiga program studi, yakni S1 Pendidikan Keagamaan Katolik, S1 Pelayanan Pastoral, dan S2 Pastoral. Institusi dan seluruh program studi tersebut telah memperoleh akreditasi Baik Sekali pada 2024.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama turut memberikan dukungan terhadap pengembangan perguruan tinggi keagamaan Katolik.
Dukungan tersebut antara lain mencakup sarana dan prasarana, Kartu Indonesia Pintar, beasiswa prestasi, Bantuan Operasional Pendidikan, serta dukungan bagi dosen untuk melanjutkan studi doktoral.
