Jakarta, JurnalBabel.com – Aktivitas pertambangan berisiko menimbulkan masalah lingkungan dan sosial meski sektor ini salah satu tulang punggung perekonomian daerah dan negara.
Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, meminta perusahaan tambang khususnya tambang batubara di wilayah Kalimantan Timur menerapkan teknologi modern untuk menekan dampak lingkungan.
“Perusahaan-perusahaan ini sudah lama dan besar, kaidah-kaidah teknologi modern harus diterapkan dan sangat peduli dengan green ekonomi, akan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan itu,” kata Sartono dikutip dari video di akun youtube tvrparlemen, Senin (29/6/2026).
Sartono menilai pertambangan dengan metode konvensional berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti kerusakan lahan dan potensi bencana alam.
“Di era sekarang kalau masih gunakan cara-cara yang konvensional, pasti akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Ia meminta pelaku tambang mengelola tambang dengan aman, efesien dan mematuhi kaidah lingkungan dengan menerapkan prinsip Good Mining Practice dan Environmental Social and Governance.
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat ini mengatakan pentingnya koordinasi antar perusahaan, pemerintah daerah dan Kementerian ESDM dalam setiap proses exploirisasi maupun pengelolaan tambang, agar aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
“Tentu bisa di mitigasi tentang hal tersebut, direncanakan dengan matang. Tentu koordinasi aparat terkait,” pungkasnya.
