Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, kembali menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Kali ini, kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Asmas) berlangsung di Gedung PGRI Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Adde Rosi ntuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan, harapan, sekaligus persoalan yang disampaikan masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu, hadir para penggiat seni bela diri tradisional Debus, perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.
Adde Rosi mengatakan, pembangunan yang berkeadilan tidak dapat hanya dilakukan dengan melihat persoalan dari balik meja. Menurutnya, keterlibatan dan suara masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan agar benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Pembangunan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika kita mau mendengar langsung suara dari seluruh lapisan masyarakat,” ujar Adde Rosi seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (20/8/2026).
Legislator asal dapil Banten I ini menyampaikan rasa syukur karena dapat kembali bersilaturahmi sekaligus melaksanakan agenda penyerapan aspirasi bersama masyarakat Majasari.
Ia menilai, antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat warga untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Aspirasi yang muncul pun cukup beragam, mulai dari persoalan kebudayaan, pendidikan, infrastruktur, hingga penguatan peran organisasi kemasyarakatan.
Salah satu perhatian yang disoroti Adde Rosi adalah keberadaan seni bela diri tradisional Debus dan Pencak Silat yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Banten.
Menurutnya, Debus dan Pencak Silat bukan sekadar seni pertunjukan maupun bela diri, tetapi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, tradisi, serta identitas masyarakat Banten yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Seni bela diri Debus dan Pencak Silat adalah warisan budaya Banten yang bernilai tinggi dan harus terus kita beri ruang serta perhatian agar tetap lestari,” katanya.
Sebab itu, Adde Rosi memandang diperlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan agar generasi muda tidak semakin jauh dari kebudayaan daerahnya sendiri. Pelestarian budaya, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman sehingga tradisi tetap hidup sekaligus mampu menjadi bagian dari pembangunan sosial masyarakat.
Dalam forum tersebut, Adde Rosi bersama masyarakat juga bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di Kecamatan Majasari. Aspirasi yang disampaikan masyarakat antara lain berkaitan dengan pelestarian seni budaya lokal, penguatan peran Ormas dalam pembangunan, peningkatan mutu pendidikan, serta kebutuhan terhadap pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Anggota Komisi X DPR ini menegaskan, seluruh masukan tersebut merupakan bahan penting untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif. Baginya, kegiatan penyerapan aspirasi bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Majasari yang telah hadir dan memberikan berbagai masukan dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas semangat, apresiasi, dan masukan berharga dari seluruh keluarga besar masyarakat Majasari,” ujar Adde Rosi.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dirawat. Dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung, berbagai kebijakan dan program pembangunan diharapkan dapat lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata.
Adde Rosi menilai, pembangunan Banten tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik berupa jalan, fasilitas pendidikan, maupun infrastruktur lainnya. Pembangunan juga harus menyentuh aspek kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat menjadi energi positif untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Banten.
“Kebersamaan ini menjadi modal utama untuk terus memperjuangkan Banten yang lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.
Melalui agenda penyerapan aspirasi tersebut, Adde Rosi kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat serta membawa berbagai persoalan dan kebutuhan warga ke tingkat kebijakan.
Baginya, suara masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan, berbudaya, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
