Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan peningkatan kebutuhan listrik untuk melayani 159 pelanggan pusat data tidak mengganggu keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Ia menyoroti langkah PLN yang saat ini melayani 159 pelanggan pusat data dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA).
“Data center boleh tumbuh, tetapi listrik masyarakat jangan sampai terganggu. PLN harus memastikan tambahan kebutuhan listrik yang sangat besar ini tidak mengurangi keandalan pasokan untuk rumah tangga, UMKM, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik. Jangan sampai kita mengejar investasi digital, tetapi masyarakat justru khawatir listriknya semakin sering mengalami gangguan,” tegas Sartono kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).
Lebih jauh Sartono menuturkan, kepastian tersebut penting agar masyarakat yang ikut membayar biaya listrik tidak terdampak oleh meningkatnya kebutuhan listrik dari industri pusat data. Pasalnya, pusat data membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar sekaligus tingkat keandalan yang tinggi.
“Karena itu, PLN perlu terbuka mengenai berapa biaya pembangunan infrastruktur tersebut. Jangan sampai biaya untuk melayani industri besar akhirnya menjadi beban yang tidak proporsional bagi pelanggan rumah tangga,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat ini juga mendorong agar pertumbuhan industri pusat data dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, keberadaan pusat data di Indonesia tidak cukup hanya dihitung dari jumlah investasi atau banyaknya pusat data yang masuk.
“Tetapi juga dari mana listriknya berasal dan seberapa siap sistem kita menghadapi lonjakan kebutuhan ke depan. PLN perlu memastikan pertumbuhan data center diikuti penguatan kapasitas dan kualitas,” jelasnya.
Meski demikian, Sartono menyatakan tetap mendukung pertumbuhan pusat data karena sektor tersebut dapat menjadi bagian dari investasi ekonomi masa depan.
Namun, ia mengingatkan agar pengembangan ekonomi digital tidak mengorbankan kebutuhan listrik masyarakat maupun keberlanjutan lingkungan.
“Investasi harus tumbuh, tetapi kepentingan masyarakat tetap harus menjadi prioritas dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyampaikan telah melayani 159 pelanggan pusat data dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 MVA di tengah meningkatnya kebutuhan listrik yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.
Sekitar 99% kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, sementara pengembangan pusat data mulai meluas ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
