JurnalBabel.com – Sultan Banjar, Haji Pangeran Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah, meresmikan Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159 yang kini juga difungsikan sebagai pusat pelayanan Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo di Desa Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (30/6/2026).
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati HST H. Gusti Rosyadi Elmi, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, Tuan Guru Syekh Abdus Salam Al-Makkyy Al-Baniary, para alim ulama, habaib, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
“Bagi Kesultanan Banjar, sebuah rumah adat bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah lambang jati diri, tempat budaya dipelihara, dan nilai-nilai kemanusiaan diwariskan,” kata Pangeran Khairul Saleh.
Menurut Pangeran, keberadaan rumah adat Banjar ini dibangun bukan semata-mata sebagai tempat berobat, tetapi sebagai tempat menumbuhkan harapan, menguatkan semangat hidup dan menghadirkan kepedulian kepada sesama.
Kesultanan Banjar juga memberikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Sayyid Muhammad Ibrahim (Kai Ahim) bersama keluarga besarnya yang mengelola Rumah Adat Banjar ini sebagai pusat pelayanan Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo.
Pangeran juga mengutip hadits riwayat Ath-Thabrani, “Khairun-nsi anfa’uhum linns” yang menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Pangeran menilai tindakan Kai Ahim sebagai bentuk pengabdian nyata yang membuka harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan kesembuhan.
“Namun, perlu kita yakini bahwa setiap pengobatan hanyalah ikhtiar manusia. Kesembuhan yang hakiki hanyalah datang dari Allah SWT sesuai firman-Nya dalam QS As-Syu’ara ayat 80 ‘Wa idza maridhtu fahuwa yasyfın. Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku’,” ungkap Pangeran.
Pangeran pun mengajak masyarakat untuk berpegang teguh pada semboyan Kesultanan Banjar: “Baiman, Bauntung, Batuah”.
“Mari kita menjadi masyarakat yang baiman yaitu melaksanakan kehidupan yg agamis, selalu bertaqwa kepada Allah menjaga hubungan hablum minalah dan hablum minannas. Bauntung yaitu sejahtera berkecukupan lahir batin Batuah yaitu kehidupan kita membawa keberkahan bagi keluarga masyarakat dan Banua,” pungkasnya.
